Senin, 03 Maret 2014
My Favorite Film : Naki On The Monster Island
ini adalah film terbaik yang pernah aku liat, dan menjadi favorit ku saat ini. sumpah kereeeen. bagus bagus bagus banget ceritanya, dikemas dengan simple dan mudah dicerna tapi amanat dan pesan di ceritanya sangat dalam. tentang persahabatan, tentang kasih sayang pada musuh bebuyutan, dan kereeeeen. jempol berapapun akan aku kasih buat film yang sukses buat aku nangis terharu didepan layar tv ini. jempol siapa aja deh, pokoknya aku kumpulin buat kasih sanjungan dan ungkapan saluuut sangat salut. nah kan aku jadi berlebihan -.-"
so, daripada aku sibuk ngebahas perasaanku pada film berjudul NAKI ON THE MONSTER ISLAND ini, aku bakal kasih tau apa yang terjadi dalam film tersebut:
once upon a time (hehe, ini petunjuk awal kalo ini adalah cerita narrative-ceilaa pelajaran basa inggris bangets) hidup sebuah suku atau perkumpulan manusia disebuah pulau ditengah lautan. mereka memiliki musuh bebuyutan yaitu sekumpulan monster yang tinggal di pulau sebrang. tak ada yang boleh menginjakkan kaki ke pulau itu, karena monster akan marah dan bisa mengutuk juga menyerang desa mereka.
namun suatu ketika, ada seorang anak kecil yang akan mencarikan obat untuk ibunya yang sakit keras, dan ia dengar obat itu hanya ada di pulau sebrang yang tak lain adalah pulau monster. hhiii horor. tapi dengan nekat dan tekad ia-pun berangkat mendayung perahu kecil bersama adik balita nya menuju pulau monster. naas, ia ketahuan monster dan ia lari kalang kabut kemudian meninggalkan adiknya sendirian di pulau monster.
kalian pasti mengira monster itu akan memakan atau membunuh anak balita bernama Kotake itu, nah dan ternyata tebakan kalian salah. awalnya aku juga berpikir begitu, eh tapi ternyata malah monster itu berbaik hati pada Kotake. awalnya monster merah bernama Naki berniat ingin membuang atau memulangkannya dengan kasar, namun sahabatnya yang berwarna biru dan bernama Gunjo melarangnya, ia berkata "walau ibu kita pernah dibunuh dan desa kita pernah di porak porandakan oleh manusia, tapi anak kecil ini tidak tahu apa-apa, dia masih bayi."
waktu berlalu, Kotake yang lucu dan polos semakin dekat dengan kedua monster itu terutama Naki. naki begitu menyayangi nya hingga tibalah saat ia harus mengembalikan Kotake pada keluarganya. Naki mengantarnya dan hal itu diketahui oleh kepala suku pulau monster, Naki dan Gunjo pun dihukum karena telah melanggar peraturan yaitu dilarang memasuki daerah manusia yang terkutuk.
dengan dihukumnya dia, Naki malah merasa ia ingin berbaik-baik dengan manusia, dia pun memilih keluar dari pulau monster dan menuju pulau manusia kemudian menghampiri Kotake. inilah awal konflik. akhirnya terjadi perpecahan dan perbedaan pendapat antara dua sahabat yang sudah bertemen ratusan tahun lamanya. Gunjo tidak mau Naki berbaik dengan manusia, karena merasa manusia-lah yang telah merusak hidup mereka para monster. Gunjo pun memilih pergi dan menghilang menuju gua, Naki selamanya takkan bertemu dengan Gunjo lagi, sahabatnya :'(
cerita ini mungkin terdengar biasa saja, namun sesungguhnya ketika melihat film ini, huuuu sungguh mengharukan. arti sebuah persahabatan, persahabatan yang tulus, dan saat-saat Gunjo meninggalkan Naki dan penyesalan tiadalah guna, Gunjo hanya ingin melindungi sahabatnya, namun sekali lagi perbedaan pendapat memang sangat tajam, bisa memporak-porandakan segalanya.
aku ingin memiliki sahabat seperti Gunjo, yang ada saat suka dan duka, selalu menemani dan melindungi, tidak berpura-pura, tulus, dan tidak sibuk mencemooh mencari salah sahabatnya sendiri.
kasiaaaaan T.T
Selasa, 28 Januari 2014
Langganan:
Komentar (Atom)
